obexs

Mesin Penanam Benih (Seeder)

In Alat & Mesin Pertanian on Januari 10, 2009 at 12:57 pm

Dalam kondisi keterbatasan biaya dan tenaga kerja, pengenalan serta penggunaan alat dan mesin pertanian memegang peranan penting. Efisiensi dapat dicapai apabila terjadi penurunan atau penghematan biaya produksi dan peningkatan pendapatan petani. Biaya terbesar dalam usahatani jagung dan kedelai misalnya, terletak pada komponen tenaga kerja, masing-masing 53% untuk jagung dan 57 % untuk kedelai, dari total biaya produksi usahatani. Di sisi lain, usahatani yang dilakukan secara manual memerlukan waktu lebih lama dan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi (mahal).

Untuk penanaman benih secara manual misalnya dibutuhkan sekitar 52 jam/ha, sedangkan bila menggunakan mesin penanam benih yang ditarik traktor roda dua hanya dibutuhkan waktu 6 jam/ha.
Balai Besar Pengembangan Alat dan mesin Pertanian telah merancang prototype alat mesin (alsin) penanam benih dan pemupuk untuk tanaman jagung dan kedelai. Kapasitas kerja mesin ini adalah 1,05 jam/ha. Biaya operasional mesin ini adalah Rp. 117.000/ha. Alsin tanam skala besar yang diimpor hara dan biayanya cukup mahal.

Alat penanam (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah. Penebaran benih dan pola pertanaman dengan alat penanam (seeder) ini dapat digolongkan menjadi 5 macam diantaranya :
Broadcasting (benih disebar pada permukaan tanah)
Drill seedling (benih dijatuhkan secara random dan diletakkan pada kedalaman tertentu dalam alur sehingga diperoleh jalur tanaman tertentu)
Pesicion drilling (benih ditanam secara tunggal dengan interval yang sama dengan alur)
Hill dropping (kelompok benih dijatuhkan secara random dengan interval yang hampir sama dengan alur)
Chezktow planting (benih diletakkan pada tempat tertentu sehingga diperoleh lajur tanaman dengan dua arah yang sama)

Beberapa sifat fisis benih yang mempengaruhi alat penanam yaitu : ukuran, bentuk, keseragaman bentuk dan ukuran, density per satuan volume, dan ketahanan terhadap tekanan pad agesekan. Mesin penanam (seeder) mempunyai 4 komponen (alat) utama yaitu : seed matering devices, tabung penyalur, furrow opener dan alat penutup alur.

Seeding matering devices yaitu alat untuk membagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanaman. Terdapat bervariasi bentuk tergantung dari sifat karakteristik benih dan jarak yang dikehendaki.

Tabung penyalur, alat ini berfungsi untuk menyaluirkan benih ke dalam alur yang dibuat oleh furrow opener. Bentuk, panjang dan kesaran alat mempengaruhi pengaliran benih.

Alat pembuat alur (furrow opener). Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan suatu kedalaman tertentu. Kedalaman penanaman ditentukan oleh jenis tanaman, kelengasan, dan temperatur tanah. Bentuk alat disesuaikan dengan keadaan permukaan tanah atau jenis tanah, vegetasi, seresah dan kekasaran permukaan. Hal ini erat hubungannya dengan penetrasi, pemotongan oleh alat dan bentuk alur.

Alat penutup alur. Alat ini berfungsi untuk menutupi benih yang sudah berada dalam tanah yang lembab. Dalam penutup ini diharapkan tanah yang menutupi dalam keadaan yang cukup baik untuk dapat ditempus oleh tanaman.

Penyetelan
Penyetelan ini berfungsi untuk mengatur seeder sehingga diperoleh penebaran benih dengan jumlah dan jarak (lebar alur) yang diharapkan kecuali pola penebaran broadcasting.

Kebutuhan benih
Untuk suatu jenis tanaman erat hubungannya antara jarak tanam atau jumlah populasi per satuan luas dengan hasil yang akan diperoleh (pada suatu tingkat kesuburan dan penyediaan air tertentu). Untuk itu harus diperhitungkan jumlah benih yang optimum dan kemungkinan pengolahan lain sesudah tanam dan panen. Hal ini ada hubungannya dengan jenis dan penggunaan peralatan yang dipakai selama budidaya tanaman. Kebutuhan benih per hektar dapat dihitung dengan mempertimbangkan jumlah populasi tanaman per hektar dan faktor kualitas benih.
N = (100 AQ)/X dimana N adalah jumlah benih per hektar (Kg), A adalah jumlah populasi tanaman per hektar (dalam jutaan) serta X merupakan faktor kualitas benih (%).

Penyetelan pembuat alur (furrow opener)
Penyetelan ini bertujuan untuk menyesuaikan alat dengan jarak alur tanaman yang dikehendaki. Dalam hal ini kita bisa mengatur jarak antar furrow opener dengan mengubah posisi batang penempatan.

Pengaturan marker /penanda
Pengaturan ini bertujuan untuk menyeragamkan jarak antar tanaman sehingga antar tanaman pertama dan berikutnya tidak terjadi overlapping atau tidak terlalu jauh.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: